PPJ Sesi 3

Modul & Kuis Interaktif PPJ XI TKJ - Survei Teknis Jaringan
📡

E-Modul PPJ XI TKJ

Survei Teknis Pengguna Jaringan Komputer

Modul Pembelajaran Kurikulum Merdeka

Survei Teknis Pengguna Jaringan Komputer

Penguasaan teknik survei lapangan dan wawancara kebutuhan pengguna merupakan tahap terpenting dalam siklus Network Development Life Cycle (NDLC). Sebelum infrastruktur fisik dipasang, teknisi TKJ wajib mengumpulkan data yang akurat agar rancangan efisien, aman, dan tepat sasaran.

01

Merancang Dokumen Survei Lapangan

Penyusunan Formulir Standar Operasional Sebelum Observasi Fisik

Merancang dokumen survei adalah langkah kritis paling awal. Dokumen ini bertindak sebagai Checklist Standardized Operating Procedure (SOP) agar teknisi tidak melewatkan variabel fisik maupun operasional yang esensial saat berada di lokasi klien.

📝 Komponen Utamanya Terdiri Dari:

  • • Identitas Klien: Nama instansi, penanggung jawab (PIC), alamat gedung, kontak teknis, dan tanggal survei.
  • • Daftar Pertanyaan Observasi Fisik: Kondisi dinding, tinggi plafon, ketersediaan kabel tray, serta suhu ruang server.
  • • Form Inventarisasi Alat Eksisting: Merek, tipe, jumlah, dan kondisi perangkat aktif (Switch, Router, AP) yang sudah terpasang.
  • • Kuesioner Manajerial & Karyawan: Pertanyaan seputar pola penggunaan internet harian dan rencana ekspansi SDM.

⚠️ Alasan Dokumen Ini Sangat Vital:

Tanpa dokumen survei yang terstruktur, teknisi berisiko mengalami kecacatan desain (design flaws), seperti membeli kabel yang terlalu pendek, kekurangan daya listrik untuk PoE Switch, atau memilih topologi yang tidak dapat berkembang.

Tips Praktisi TKJ: Selalu siapkan denah bangunan (*floor plan*) kosong dalam dokumen survei untuk menggambar langsung jalur penarikan kabel di lapangan.
A

Survei Jaringan (Network Physical Survey)

Evaluasi Kelayakan Fisik, Jarak Jalur Kabel, & Sumber Daya Listrik

Tahap ini menitikberatkan pada aspek fisik dan infrastruktur riil di lapangan. Seorang teknisi harus menjadi pengamat yang teliti terhadap kondisi bangunan tempat jaringan akan dipasang.

📐

1. Denah & Jarak Jalur

Mengukur jarak aktual penarikan kabel dari Rack Server ke tiap User Point. Aturan Baku: Kabel UTP/STP Cat5e/Cat6 memiliki batas jangkauan maksimal 100 Meter. Jika jarak melebihi 100m, wajib menggunakan Fiber Optic atau Access Point Wireless PtP.

⚡

2. Pasokan Daya Listrik

Memeriksa ketersediaan stop kontak di titik-titik krusial seperti ruang server, tempat pemasangan Switch Distribution, dan plafon untuk Access Point. Memastikan tegangan listrik stabil dan terdapat sistem cadangan grounding & UPS.

🏗️

3. Jalur Penarikan (Tray)

Menentukan rute instalasi kabel (*Cable Routing*): Apakah melalui plafon (*ceiling*), dinding (*conduit PVC*), atau lantai bawah (*raised floor*). Jalur kabel data harus dipisahkan dari kabel listrik bertegangan tinggi untuk mencegah interferensi elektromagnetik (EMI).

B

Survei Pelanggan (User & Client Survey)

Analisis Karakteristik Pengguna, Aplikasi, Mobilitas, & Anggaran

Jaringan canggih tidak akan berguna jika tidak sesuai dengan kebutuhan penggunanya. Survei pelanggan bertujuan mengidentifikasi siapa penggunanya, berapa jumlahnya, dan apa aplikasi yang mereka jalankan sehari-hari.

🎯 Parameter Yang Wajib Diidentifikasi:

Jumlah Pengguna Aktif & Concurrent: Berapa total staf dan berapa estimasi pengguna yang menggunakan jaringan bersamaan pada jam sibuk?
Aplikasi & Intensitas Data: Apakah pengguna hanya melakukan kirim email/browsing ringan (kebutuhan bandwidth 2-5 Mbps/user) atau transfer file besar/video conference HD (kebutuhan 10-20 Mbps/user)?
Tingkat Mobilitas Staf: Apakah staf bekerja dominan di meja (*Fixed Workstation*) yang cocok menggunakan LAN Kabel, atau sering berpindah ruangan rapat (*Mobile*) yang mewajibkan jaringan Wi-Fi berkecepatan tinggi?

💰 Anggaran (Budget) & Target SLA:

Teknisi harus mewawancarai pihak manajemen untuk menentukan *budget constraint*. Pilihan perangkat kelas Enterprise (Cisco, Aruba) tentu berbeda harga dan daya tahannya dibandingkan kelas SOHO / Small-Medium Business (MikroTik, TP-Link).

Penting: Selalu tanyakan rencana pertumbuhan perusahaan 3-5 tahun ke depan agar arsitektur jaringan memiliki ruang skalabilitas (*Scalability*) tanpa membongkar ulang seluruh kabel.
C

Identifikasi Jaringan (Network Technical Specification)

Menerjemahkan Data Hasil Survei Menjadi Cetak Biru (Blueprint) Jaringan

Setelah data Survei Jaringan (A) dan Survei Pelanggan (B) didapatkan, teknisi melakukan sintesis data pada tahap Identifikasi Jaringan. Tahap ini menghasilkan dokumen cetak biru (*Logical & Physical Blueprint*) yang siap dieksekusi.

Langkah 1

Penentuan Topologi

Memilih bentuk hirarki jaringan. Topologi **Star** atau **Extended Star (Tree)** paling disarankan untuk kemudahan isolasi kendala teknis dan efisiensi manajemen data.

Langkah 2

Media Transmisi

Menentukan rasio penggunaan kabel UTP Cat6, kabel Fiber Optic untuk *backbone* antargedung, dan penempatan *Access Point dual-band* untuk pengguna nirkabel.

Langkah 3

Pengalamatan IP & VLAN

Merancang skema IP (Subnetting VLSM/CIDR) dan mengelompokkan divisi ke dalam VLAN (misal: VLAN 10 Keuangan, VLAN 20 HRD) demi keamanan dan isolasi *broadcast domain*.

Langkah 4

Sistem Keamanan & QoS

Menentukan titik penempatan Router Firewall, batasan *Bandwidth Management* (Queue Tree/Simple Queue), serta sistem otentikasi login *Captive Portal / WPA3*.

© 2026 Pemodelan Perangkat Jaringan (PPJ) - Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ).

Modul Pembelajaran Interaktif & Sistem Evaluasi Mandiri Terkunci.